Feeds:
Pos
Komentar

PENYUSUNAN PROGRAM LATIHAN

Mempersiapkan seorang atlit untuk menghadapi pertandingan hingga mencapai tingkat prestasi yang tinggi atau maksimal, diperlukan waktu yang cukup lama serta penyusunan program latihan yang seksama, teratur, sistematis, bertahap serta terus menerus sepanjang tahun tanpa selingan berhenti sedikitpun. Latihan yang dilakukan hanya insidentil, atau hanya selama 6 bulan, bahkan kurang setiap tahunnya, tidak ada artinya sama sekali. Bahkan mungkin dapat merusak perkembangan atlit di kemudian harinya.

1. Unsur- unsur  yang Harus Diperhatikan

Untuk menyusun program latihan yang teratur perlu diperhatikan unsur-unsur (Iwan Setiawan: 1991) sebagai berikut: Lanjut Baca »

A. PRINSIP PENGATURAN GILIRAN

Distributed Condition:

  • Istirahat & Praktek sama pentingnya
  • Selang seling antara istirahat & praktek

Massed Condition

  • Praktek dulu sampai lelah baru istirahat

B. PRINSIP BEBAN BELAJAR MENINGKAT

  • Dimulai dari mudah ke yang sukar
  • Dimulai dari yang sederhana ke yang kompleks
  • Dimulai dari gerakan dari yang ringan ke yang berat

C. PRINSIP KONDISI PRAKTEK BERVARIASI

  • Pola gerak bervariasi
  • Formasi bervariasi
  • Memperhatikan waktu istirahat secara berkala
  • Memberikan kebebasan bergerak Lanjut Baca »

Metodologi Latihan

METODOLOGI LATIHAN
LATIHAN
Proses jangka panjang yang sistematis dan berkelanjutan, untuk meningkatkan kinerja atlet sesuai dengan cabang olahraga yang dipilihnya.

HUKUM LATIHAN
• HUKUM OVERLOAD
• HUKUM REVERSIBILITAS
• HUKUM KEKHUSUSAN

HUKUM OVERLOAD (Lampiran 12)
HUKUM REVERSIBILITAS (Lampiran 13)

PRINSIP LATIHAN Lanjut Baca »

MEASUREMENT And MOTOR BEHAVIOR

Pengukuran Dalam Belajar Motorik

Pengertian

  • Tes
  • Pengukuran
  • Evaluasi
  • Penelitian (dipelajari pada matakuliah evaluasi dan penelitian)

SCIENTIFIC MEASUREMENT AND MOTOR BEHAVIOR

KURVE KINERJA Lanjut Baca »

Tahap-tahap Belajar Motorik

TAHAP-TAHAP BELAJAR MOTORIK

Fitts dan Posner (1967)

Membagi tiga tahapan belajar motorik:

  1. Tahap kognitif
  2. Tahap asosiatif
  3. Tahap otomatisasi

 

TAHAP KOGNITIF

  1. Pada tahap iniisyarat dipahami dan diformulasikan dlm rencana yg berupa konsep-konsep verbal untuk dilakukan tahap berikutnya
  2. Dituntut kecakapan persepsi untuk memformulasikan stimulus-stimulus yang diterima menjadi respon-respon yang akan dilakukan
  3. Siswa mulai berpikir dan merencanakan tentang gerakan yg dipelajari (motor plan)
  4. Pada tahap ini terjadi banyak kesalahan, dan peran intelektual penting untuk membentuk motor plan yang benar

 

TAHAP ASOSIATIF

  1. Pada tahap ini mengutamakan latihan
  2. Latihan untuk perbaikan gerakan sesuai dengan ketentuan
  3. Latihan berulang-ulang untuk memperkuat stimulus dan respons
  4. Pada tahap ini sudah mulai mampu melakukan gerakan dan menyesuaikan diri dengan gerak yang dilakukan
  5. Gerakan yang dilakukan sudah mulai konsisten tetapi masih belum otomatis

 

TAHAP OTOMATIS

  1. Pada tahap ini gerakan yang dilakukan tidak lagi memerlukan konsesntrasi penuh, gerakan yang dilakukan hampir tidak terpengaruh oleh kegiatan lain yang simultan
  2. Gerakan dilakukan secara otomatis
  3. Untuk mencapai ini dilakukan latihan secara terus menerus dalam waktu yang lama.

 

ROBB (1972), membagi tahap-tahap belajar motorik sbb:

~  Tahap pembentukan rencana

~  Tahap latihan

~  Tahap pelaksanaan

 

Hurlock (1990), cara praktis belajar gerak:

~  Belajar dengan coba ralat

~  Belajar dengan cara meniru

~  Belajar dengan cara dibimbing

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar motorik (Suryabrata,1983)

~  Bahan yang dipelajari

~  Faktor lingkungan: lingkungan alam maupun  sosial

~  Faktor instrumental

~  Kondisi individu siswa

 

Singer (1980) dalam proses belajar motorik perlu mempertimbangkan 3 hal:

~  Faktor proses belajar: bagaimana siswa mengolah informasi shg terjadi gerakan

~  Faktor personal: ketajaman berpikir, persepsi, ukuran fisik, pengalaman, emosi, kapabilitas, motivasi, jenis kelamin dan usia

Faktor situasi: alami dan sosial

 


Ketrampilan Motorik


KETERAMPILAN MOTORIK

  • Ketrampilan motorik adalah ketrampilan gerak seseorang dari “Hasil Belajar”
  • Kemampuan motorik banyak diwarnai pembawaan (dibahas sebelumnya)

Kajian ini akan membahas klasifikasi keterampilan motorik

 

KLASIFIKASI KETERAMPILAN MOTORIK

  • Berdasarkan Keseksamaan Gerak

~  Keterampilan-keterampilan motorik kasar (gross motor skills)

~  Keterampilan-keterampilan motorik halus (fine motor skills)

  • Berdasarkan Awal dan Berakhirnya Kegiatan

~  Keterampilan terputus

~  Keterampilan berangkai

~  Keterampilan berkelanjutan

Perbedaan antara keterampilan terputus, berangkai dan berkelanjutan:

Keterampilan terputus (discreet) Keterampilan berangkai (serial) Keterampilan berkelanjutan (continues)
Saat mulai dan berakhir dapat diketahui dengan jelas Keterampilan terputus menjadi satu Tidak dapat diketahui secara pasti kapan mulai dan berakhir
Melempar bola, menendang bola dsb Bermain piano, senam indah dsb Terjun payung, berena
  • Singer (1980) Berdasarkan pengendalian stimulus membagi:

u   Keterampilan tertutup (closed skills)

u   Keterampilan terbuka (open skills)

  • BERDASARKAN IRAMA GERAK DAN STABILITAS LINGKUNGAN

&    Keterampilan tertutup (closed skills)

&    Keterampilan terbuka (open skills)

Dengan dasar yang sama Singer (1980):

z    Self-paced skills

z    Externally-paced skills

z    Combination Sp and Ep

 

PERBEDAAN ANTARA Sp dan Ep

Variabel Aktivitas
Self-paced Ext-paced
Situasi Dapat diduga Tidak dapat diduga/berubah-ubah
Respons yg muncul Waktu untuk antisipasi terencana Keputusan persepsi yg cepat
Gerakan Terkendali dan tepat Kecepatan menyesuaikan diri
Latihan Ulangan respos (penekanan pada respons) Ulangan dan kemungkinan alternatif (penekanan pada situasi)
Respons Gangguan minimal Gangguan maksimal

 

  • BERDASARKAN GERAK OBYEK DAN LINGKUNGAN

Z   Tubuh dan obyek diam

Z   Tubuh diam dan obyek bergerak

Z   Tubuh bergerak dan obyek diam

Z   Tubuh dan obyek bergerak

  Obyek dan Lingkungan
Diam/istirahat Bergerak
Pelaku diam Tipe I

Spt: memasukkan jarum, me-mungut pensil, mengarah-kan bola golf

Tipe II

Spt: memukul bola base ball, menembak burung, mengikuti putaran persuit.

Pelaku bergerak Tipe III

Spt: menembak dalam keadaan melayang (lay-up) dlm per-mainan bola basket.

Tipe IV

Spt: menembak burung terbang dari atas mobil yang sedang berjalan.

  • BERDASARKAN KETERASINGAN

Œ  Keterampilan yang belum dikenal (novel motor skills)

Œ  Keterampilan yang sudah dikenal (familiar motor skills)

 

Ujian Kartu Hijau Senam

  1. Beda prinsip round off dgn meroda .. kaki turun bersamaan dgn bertumpu
  2. beda lompad 1 dan loncat2
  3. 5 macam latihan B1
  4. beda jalan dan lari?
  5. Lanjut Baca »