TAHAP-TAHAP BELAJAR MOTORIK
Fitts dan Posner (1967)
Membagi tiga tahapan belajar motorik:
! Tahap kognitif
! Tahap asosiatif
! Tahap otomatisasi
1. TAHAP KOGNITIF
! Pada tahap ini isyarat dipahami dan diformulasikan dlm rencana yg berupa konsep-konsep verbal untuk dilakukan tahap berikutnya
! Dituntut kecakapan persepsi untuk memformulasikan stimulus-stimulus yang diterima menjadi respon-respon yang akan dilakukan
! Siswa mulai berpikir dan merencanakan tentang gerakan yg dipelajari (motor plan)
! Pada tahap ini terjadi banyak kesalahan, dan peran intelektual penting untuk membentuk motor plan yang benar
2. TAHAP ASOSIATIF
! Pada tahap ini mengutamakan latihan
! Latihan untuk perbaikan gerakan sesuai dengan ketentuan
! Latihan berulang-ulang untuk memperkuat stimulus dan respons
! Pada tahap ini sudah mulai mampu melakukan gerakan dan menyesuaikan diri dengan gerak yang dilakukan
! Gerakan yang dilakukan sudah mulai konsisten tetapi masih belum otomatis
3. TAHAP OTOMATIS
! Pada tahap ini gerakan yang dilakukan tidak lagi memerlukan konsesntrasi penuh, gerakan yang dilakukan hampir tidak terpengaruh oleh kegiatan lain yang simultan
! Gerakan dilakukan secara otomatis
! Untuk mencapai ini dilakukan latihan secara terus menerus dalam waktu yang lama.
ROBB (1972), membagi tahap-tahap belajar motorik sbb:
~ Tahap pembentukan rencana
~ Tahap latihan
~ Tahap pelaksanaan
Hurlock (1990), cara praktis belajar gerak:
~ Belajar dengan coba ralat
~ Belajar dengan cara meniru
~ Belajar dengan cara dibimbing
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar motorik (Suryabrata,1983)
~ Bahan yang dipelajari
~ Faktor lingkungan: lingkungan alam maupun sosial
~ Faktor instrumental
~ Kondisi individu siswa
Singer (1980) dalam proses belajar motorik perlu mempertimbangkan 3 hal:
~ Faktor proses belajar: bagaimana siswa mengolah informasi shg terjadi gerakan
~ Faktor personal: ketajaman berpikir, persepsi, ukuran fisik, pengalaman, emosi, kapabilitas, motivasi, jenis kelamin dan usia
Faktor situasi: alami dan sosial